Stunningly beautiful. Check out her blog if you haven’t already hybird headpiece.
(via mademoisellehijabi)
Hari ini ngobrol sama niniscurio masalah cowok idaman
Hari ini ngobrol sama sindhu masalah kejujuran
Hari ini ngelus-ngelus rambo dan gue pikir, sama juga dia kayak gue
Intinya (sumpah, akhir-akhir ini gw sering banget pake kata ini), gue temukan apa yang gue butuhkan, bukan apa yang gue mau.
Kalo menilik kebelakang, sama sekali gue gak ada track record pacaran, gue rasa itu bukan kebetulan, tapi gue tahu penyebabnya sekarang, apa itu?
They don’t see the true side of me, mereka cuma tahu gw yang udah ‘manis’ atas nama cinta, mereka gak tahu menahu sisi paling gelap gue.
Dari situ akhirnya gue ngerti apa yang gue butuhkan,
gue butuh sesorang yang buat gue jujur apa adanya,
orang yang membuat gue mengatakan apa yang ada dipikiran gue,
orang yang mampu tegas ketika gue mulai ber-bitch-ing ria,
orang yang mampu bikin gue nyaman mau marah, nangis, ketawa didepan dia
Orang yang, you know, i can find home
Orang yang sayang lah yaaa
Gue gak butuh the most eligible bachelor dengan wajah oke (walau wajah oke itu hard to resist yeh), kayak yang selama ini gue gebet, hahahaha
Well, lega gue skarang berhasil menemukan apa yang gue cari, setidaknya lebih mudah mendapatkan sesuatu ketika tahu apa yang lu mau bukan?
Gue juga manusia yang masih terus belajar dan mencari, kalo ini orang yang gue butuhkan, kalo kamu?
Bogor, 23 September 2012
Hari ini saya baru saja menuntaskan melahap buku The Alchemist karya Paulo Coelho, dan Perahu Kertas karya Dee.
Apa yang saya dapat?
Jawaban, sebuah jawaban mengenai fase yang saya alami saat ini sebagai seorang fresh graduate, fase saatnya memilih antara mimpi dengan realita.
Apa mimpi saya? Jadi seniman, baik dari melukis ataupun berbagai macam tehnik yang digunakan untuk membuat karya saya, saya sangat menikmati ketika menatap kanvas berukuran besar, berlumuran cat…… Yah.. Semua proses penciptaan itu hingga menjadi sebuah karya yang saya inginkan.
Apa realita yang saya hadapi? Saya anak sulung, sudah waktunya cari kerja, cari duit, jadi tulang punggung keluarga, jadi apa? Jadi desainer, dosen ataupun fotografer yang banyak duitnya.
Membaca kedua buku tersebut membuat saya terenyuh, bagaimana semua tokoh dalam novel itu berusaha mewujudkan mimpinya, dengan berbagai jalan akhirnya mereka dapat mencapai mimpinya.
Pertanyaan saya kepada diri sendiri, “Apa saya sanggup dan berani untuk mewujudkan mimpi saya? Ditengah tekanan untuk hidup bersama realitas?”
Entahlah, saya tidak tahu.
Kalau dipikir kembali, ayah saya mengubur mimpinya sebagai pemain sepak bola, ibu saya mengubur mimpinya sebagai penari, apa saya harus mengubur mimpi saya juga? Saya akui saya memang masih tergoda dengan membuat gunungan emas, tapi apa memang mustahil untuk membuat gunungan emas dari passion sendiri?
Entahlah, saya tidak tahu, dan saya masih mencari, dan yang jelas saya sekarang mengerti bahwa kebetulan adalah cara yang digunakan oleh semesta untuk berbicara kepada saya